Kunjungan ke Masjid Sultan Singapura

Pada hari Jum’at, tanggal 12 Oktober 2018, sejumlah tokoh agama beserta Kepala Bagian Kesra Setdako Batam, Riama Manurung, berkesempatan berkunjung ke Masjid Sultan Singapura. Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengelolaan Masjid yang merupakan peninggalan bersejarah di Singapura. Hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Ketua MUI Kota Batam KH. Usman Ahmad, Ketua PMB Batam H. Maryono, Ketua Masjid Baiturrahman H. Samudin, Ketua Bidang Ibadah Masjid Agung Batam Moh. Aris, Tyas Satria Manggala Kabid Penyelenggaraan E-Govermment, Ustadz Lukman Rifa’i dan Ustadz Hamzah,

Rombongan disambut oleh Pengamanah Masjid Sultan Abdul Aziz bin Abi Thalib, Perwakilan Pentakbir Masjid (LPM) H. Nastir bin Ibrahim, Sekretaris Masjid Abdul Salim Ahmad Irahim, dan sejumlah pengurus Masjid.Dijelaskan Abdul Aziz, semua urusan Keislaman Singapura, berada di bawah naungan Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS). Masjid tidak dibenarkan menerima bantuan langsung tanpa sepengetahuan MUIS, termasuk bantuan dari negara lain. “Dikhawatirkan ada motif lain di balik pemberian itu,” ucap Aziz.

Pengajar Al Quran di Singapura, lanjutnya, harus memiliki sijil (surat tanda lulus-red) minimal Tsanawiyah, begitu juga imam dan tokoh-tokoh agama Islam lainnya. Di sini, negara tidak ikut campur terhadap urusan keagamaan.

Dari sisi dakwah, Masjid tetap harus mematuhi ketentuan MUIS, termasuk menyediakan teks khutbah, yang harus menggunakan teks yang disediakan oleh Mufti Singapura. Khusus untuk teks khutbah, Masjid Sultan menggunakan sejumlah layar untuk menayangkan materi khutbah yang sudah dialihbahasakan terlebih dahulu ke Bahasa Melayu (jika teks dalam Bahasa selain Melayu dan Bahasa Inggris untuk khutbah berbahasa Melayu).

Pengelolaan Masjid Sultan berjalan lancar meski ditangani oleh beberapa orang saja. Masjid bahkan menyediakan “Klinik Al Quran” yang pesertanya hanya dimintakan bayaran guna membayar operasional fasilitas yang digunakan, misalnya listrik. Masjid juga menyediakan “dosen” yang bertugas memberi penjelasan tentang persoalan keagamaan yang diajukan siapa saja yang datang ke Masjid.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *